Masyarakat desa dan masyarakat kota dalam pembangunan bangsa Indonesia

Secara umum kota sebagai pusat permukiman mempunyai peran penting dalam memberi pelayanan di berbagai bidang kehidupan bagi penduduknya dan daerah sekitarnya. Kota merupakan pusat pelayanan jasa, produksi, distribusi serta menjadi pintu gerbang atau simpul transportasi bagi daerah permukiman dan produksi sekitarnya. Kota adalah suatu wilayah geografis tempat bermukim sejumlah penduduk dengan tingkat kepadatan yang relatif tinggi, dengan kegiatan utamanya di sektor nonpertanian.

Berbeda dengan kota atau daerah perkotaan, desa mempunyai tingkat kepadatan yang tidak terlalu tinggi dan biasanya kegiatan utamanya adalah di sektor pertanian. Masyarakat desa pada umumnya merupakan masyarakat homogen dalam hal agama, adat, kebudayaan, dan juga dalam mata pencahariannya. Selanjutnya, sekelompok desa yang memiliki keterkaitan fungsional yang erat, baik secara sosial maupun ekonomi, akan membentuk suatu kawasan atau daerah perdesaan. Pada umumnya desa ini adalah dari kelompok atau tipe desa yang sama dan mempunyai sebuah pusat antardesa.

Pembangunan perdesaan tidak dapat dilepaskan dari pem¬bangunan daerah perkotaan karena dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah, perkotaan dan perdesaan saling melengkapi dan membentuk satu sistem yang saling terkait. Keterkaitan antara perko¬taan dan perdesaan terlihat dalam penyediaan bahan pokok, fasilitas dan pelayanan dasar, penyediaan bahan baku, serta bahan setengah jadi dan sumber daya manusia untuk industri dan kegiatan ekonomi lainnya. Dengan memperhatikan hal tersebut, keserasian dan keterpa

duan dalam pembangunan sektor di daerah perkotaan dan daerah perdesaan diperlukan untuk menjamin efektivitas usaha pencapaian sasaran pembangunan.
Sejalan dengan pembangunan perkotaan, daerah perdesaan juga mendapat perhatian dalam pembangunannya. Berdasarkan tingkat perkembangannya, diukur antara lain dari tingkat pendapatan, peran serta masyarakat dalam pembangunan, tingkat kesehatan, dan tingkat pendidikan masyarakatnya, dikenal adanya desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada. Berdasarkan potensi dominan yang diolah dan dikembangkan menjadi sumber penghasilan dan lapangan usaha masyarakatnya, dikenal adanya desa nelayan, desa persawahan, desa perladangan, desa peternakan, desa perkebunan, desa kerajinan atau industri kecil, desa industri sedang dan besar, desa perdagangan, dan sebagainya. Untuk perumusan kebijaksanaan pembangunan, desa dikelompokkan menjadi desa cepat berkembang, desa potensial berkembang, dan desa tertinggal. Tujuan pengelompokkan desa ini adalah untuk dapat merumuskan kebijaksanaan pembangunan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

Secara umum, pembangunan perdesaan berupaya memajukan desa dan masyarakatnya untuk mendukung pencapaian swasembada pangan, meningkatkan produksi bahan pangan dan bahan baku industri, mengembangkan hubungan perdesaan dan perkotaan yang saling menunjang serta saling menguntungkan, meningkatkan daya saing produksi desa di pasaran yang lebih luas, dan membangun berbagai prasarana dan sarana dalam rangka terus memperluas pelayanan dasar kepada masyarakat desa. Pendanaan pemerintah dalam upaya pembangunan daerah perdesaan disalurkan melalui Inpres Desa dan berbagai program lainnya yang ditujukan untuk membangun daerah perdesaan, seperti Inpres SD, dan Inpres Sarana Kesehatan.

sumber : google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s