Proposal Formulasi Masalah serta Tujuannya Meneliti Tingkat Kemakmuran Desa Sidodadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proposal Formulasi Masalah serta Tujuannya

Meneliti Tingkat Kemakmuran Desa Sidodadi

 

 

Disusun Oleh:

Ira Septiana

(33411668)

 

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2013

 

1.1.      Tujuan Penelitian :

Untuk mengetahui kemungkianan pencapaian yang dilakukan pada study kasus yang telah diamati dan dianalisis.

1.2.      Masalah Penelitian    :

  • Bagiamana caranya menentujkan masalah penelitian ?
  • Bagaimana untuk menentukan variabel dalam penelitian ?

 

1.3.      Kriteria Masalah Penelitian :

  • Menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variable.
  • Sebaiknya dalam bentuk pertanyaan agar lebih fokus untuk mengarahkan jawaban pertanyaan penelitian.
  • Memerlukan pengujian secara empirik. Pengujian empirik berarti bahwa pemecahannya dilandasi oleh bukti-bukti empirik yang diperoleh dari lapangan dengan mengumpulkan data yang relevan.

1.4       Kelayakan Masalah Penelitian        :

  • Masalah perlu dipecahkan melalui penelitian lapangan , ARTINYA:
  • Kebermaknaan (signifikansi)
  • Keaslian (orignalitas)
  • Kelayakan untuk dilaksanakan (managable problem)
  • Tentang keberanian peneliti
  • Tentang minat peneliti
  • Masalah yang dipilih harus diseleksi dari informasi, pengalaman 2, teori yang relevan.

 

1.5.      Perumusan Masalah :

  • Harus dirumuskan secara spesifik , gambaran lebih fokus arah pemecahannya.erlu diawali dengan gambaran yang lebih konprehensif dan makro .
  • Perumusan masalah dirumuskan secara operasional agar mudah diamati dan diukur indicator – indicator.
  • Dirumuskan dalam pernyataan deklaratif atau dalam bentuk kalimat pertanyan.
  • Dirumuskan dengan kalimat yang sederhana, pendek, dan padat, dan mencerminkan inti masalah yang diajukan.
  • Memiliki landasan rasional dan argumentasi yang jelas, sehingga dapat meyakinkan pihak-pihak lain untuk menerimanya.

 

1.6.            Sumber Masalah Penelitian :

  • Hasil Kajian Pustaka .
  • Hasil diskusi debafb sejawat dan kolega.
  • Dapat diperoleh dari lapangan .
  • Pengalaman pribadi.
  • Media massa / Tekonologi.

 

1.7.      Masalah Penelitian    :

  • Bagiamana caranya menentujkan masalah penelitian ?
  • Bagaimana untuk menentukan variabel dalam penelitian ?

 

1.8.      Kriteria Masalah Penelitian :

  • Menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variable.
  • Sebaiknya dalam bentuk pertanyaan agar lebih fokus untuk mengarahkan jawaban pertanyaan penelitian.
  • Memerlukan pengujian secara empirik. Pengujian empirik berarti bahwa pemecahannya dilandasi oleh bukti-bukti empirik yang diperoleh dari lapangan dengan mengumpulkan data yang relevan.

1.9.      Kelayakan Masalah Penelitian        :

  • Masalah perlu dipecahkan melalui penelitian lapangan , ARTINYA:
  • Kebermaknaan (signifikansi)
  • Keaslian (orignalitas)
  • Kelayakan untuk dilaksanakan (managable problem)
  • Tentang keberanian peneliti
  • Tentang minat peneliti
  • Masalah yang dipilih harus diseleksi dari informasi, pengalaman 2, teori yang relevan.

 

1.10.    Perumusan Masalah :

  • Harus dirumuskan secara spesifik , gambaran lebih fokus arah pemecahannya.erlu diawali dengan gambaran yang lebih konprehensif dan makro .
  • Perumusan masalah dirumuskan secara operasional agar mudah diamati dan diukur indicator – indicator.
  • Dirumuskan dalam pernyataan deklaratif atau dalam bentuk kalimat pertanyan.
  • Dirumuskan dengan kalimat yang sederhana, pendek, dan padat, dan mencerminkan inti masalah yang diajukan.
  • Memiliki landasan rasional dan argumentasi yang jelas, sehingga dapat meyakinkan pihak-pihak lain untuk menerimanya.

 

1.11.          Sumber Masalah Penelitian :

  • Hasil Kajian Pustaka .
  • Hasil diskusi debafb sejawat dan kolega.
  • Dapat diperoleh dari lapangan .
  • Pengalaman pribadi.
  • Media massa / Tekonologi.

 

1.12.    Study Kasus

Desa Sidodadi terletak di kota madiun jawa timur adalah termasuk daerah sangat rentan dengan kekeringan. Perbandingan dengan kota bekasi, jam 05.00 pagi di desa Sidodadi sama dengan jam 08.00 dikota bekasi. Sedangkan saat siang terik panas membuat tanah menjadi retak-retak karena kurangnya perairan dari petani. Petani di desa Sidodadi masih memakai manual untuk menyiram persawahannya dan masih menggunakan kerbau untuk membajak. Serta apabila musim panen padi telah tiba, hanya menggunakan jasa para petani untuk memanen. Alhsil waktu untuk memanen padi sangat lama karena masih menggunakan alat seadanya. Terkadang dalam kurun setahun desa tersebut belum bisa memanen padi dikarenakan udara daerah tersebut sangat panas dan kekeringan. Banyak petani yang selalu gagal saat memanen karena cuaca kurang mendukung dan langkanya curah hujan didaerah tersebut mengakibatkan petani-petani yang hanya mengandalkan persawahan mereka untuk biaya hidup, semakin tidak ada solusi buat mereka. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana solusi untuk membuat desa tersebut bisa memanen padi mereka ± dalam setahun ??? dan bagaimana solusi agar penduduk desa sidodadi tidak hanya mengandalkan persawahan untuk biaya hidup mereka sehari-hari??? Usaha apa yang harus dilakukan penduduk desa tersebut agar tidak terbelakang (terpencil) dengan desa lainnya??

1.13.    Analisa Study Kasus

Pada permasalahan terebut solusi agar desa tersebut bisa memanen hasil dari  persawahan dalam kurun waktu 1 tahun adalah penduduk harus membuat perairan dari pipa sampai mengalir ke persawahan mereka, jadi petani tidak harus menyiram sawah secara manual lagi dan petani harus menyadari teknologi sekarang lebih memudahkan seperti kerbau pengganti tractor agar lebih cepat saat membajak sawah.

Solusi agar penduduk desa sidodadi tidak hanya mengandalkan persawahan untuk biaya hidup mereka sehari-hari adalah mereka membuka usaha bengkel atau warung kopi itu akan berguna meski keuntungan yang didapat hanya sedikit tapi menambah umur pemasukan mereka. Serta menanam buah dan sayuran dan juga memelihara sapi agar susunya bisa untuk dijual.

Usaha apa yang harus dilakukan penduduk desa tersebut agar tidak terbelakang (terpencil) dengan desa lainnya adalah pola fikir yang bisa menunjukkan bahwa apapun bisa tercapai seperti membuka usaha atau bekerja diluar daerah dan mengambil ilmu yang didapat serta menerapkan ilmu itu kedesanya. Semakin banyak yang berilmu dan pola fikir mereka untuk bisa memajukan desanya semakin terarah desa tersebut untuk pencapaian dan tidak akan menjadi penduduk yang bodoh.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s