PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERGAULAN BEBAS PARA REMAJA DI PURBALINGGA

  1. I.                  Pendahuluan
    1. a.     Latar Belakang

Banyak kasus asusila seperti pencabulan terhadap anak dibawah umur atau pergaulan bebas yang terjadi dimasyarakat yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi informasi terutama internet. Dengan maraknya warnet dengan mudah anak dapat mengakses situs-situs porno. Factor lemahnya pengawasan orang tua juga menjadi factor penting maraknya pergaulan bebas.

  1. b.    Rumusan Masalah

Apakah dampak perkembangan teknologi informasi terhadap pergaulan bebas di kota Purbalingga?

 

  1. c.      Tujuan Penelitian

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui dampak dari perkembangan teknologi informasi terhadap pergaulan bebas yang dialami oleh remaja-remaja didaerah Purbalingga

 

  1. II.               Landasan Teori

Perjalanan waktu yang terus berputar dan cepatnya pergantian zaman membuktikan bahwa bumi dari waktu ke waktu semakin tua, usia bumi bisa diibaratkan bagaikan kakek renta yang menuju sakaratul maut. Seiring dengan itu, isi dunia ini pun semakin heboh, bukan saja di kalangan para remaja, anak didik pun seolah-olah memamerkan kelihaiannya dalam bergaul, di mana anak didik tidak lagi memilih teman bergaulnya. Mereka terjebak dengan pergaulan yang tidak mempunyai batas atau yang disebut pergaulan bebas.

Harapan orang tua sejalan dengan tujuan pendidikan nasional secara integral, maka pembinaan intelektual, keterampilan dan kepribadian peserta didik diupayakan untuk mencapai standar positif dalam perspektif nasional dengan landasan konstitusional dan landasan idiil yang telah baku. Pencapaian kondisi positif berdasarkan tolok ukur dengan kualitas yang berwawasan hakikat dan nilai-nilai hakikat supra positif dan konstruktif bagi pembangunan dan kehidupan bangsa, masyarakat serta bagi dirinya sendiri. Dukungan moral peserta didik tingkat SD, SLTP, SLTA dimanifestasi dan termodifikasi dalam prestasi belajar. Pencapaian prestasi di lingkungan pendidikan formal baik di lembaga pendidikan umum maupun kejuruan memerlukan tanggapan balik yang positif dari pemerintah dengan tujuan agar peserta didik dapat menemukan harga dirinya sehingga dapat memberi pengaruh positif terhadap semua pihak. Dalam kenyataan, ada peserta didik berprestasi gemilang yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, bahkan ada beberapa peserta didik berprestasi terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tekanan ekonomi yang sangat parah.
Pada hakikatnya peserta didik SD, SLTP, SLTA yang berprestasi dengan kondisi serba sulit di bidang ekonomi tetap menjadi tumpuan harapan di dalam proses global pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan. Inilah harapan-harapan yang diinginkan oleh pemerintah dan orang tua yang selalu mendampingi anak-anaknya dalam berprestasi. Anak didik yang seharusnya menjadi harapan bangsa sekaligus menjadi ujung tombak yang bisa diandalkan oleh para orang tua di masa yang akan datang terlena dengan gemerlapnya pergaulan. Mereka terjebak dalam pergaulan yang tidak mempunyai batas atau yang disebut pergaulan bebas.

Era modern, demikianlah orang menyebut zaman propaganda. Di mana propagandanya telah meluluhkan  nilai-nilai moral di seluruh negara di dunia. Anak sekolah terpengaruh pada pergaulan bebas tanpa memperhatikan nilai-nilai agama. Akibatnya muncullah hal-hal yang tidak diinginkan seperti anak didik menjadi pecandu rokok, pacaran yang akhirnya hamil di luar nikah, tawuran yang berakibat perkelahian, selain itu tidak sedikit anak didik putus sekolah disebabkan oleh pergaulan bebas. Hal tersebut di atas, sangat berbahaya dalam pembentukan kepribadian anak menjadi anak yang bermoral, perubahan perilaku kehidupan manusia akibat pergaulan bebas. Hal ini dilakukan karena anak didik adalah bagian dari masa kini dan keseluruhan dari hari esok. Mereka adalah generasi penerus yang akan mengambil posisi kepemimpinan di masa depan, sebab anak didik adalah cerminan bangsa di masa kini dan di masa yang akan datang.
Ada peneliti remaja yang mengatakan bahwa anak didik sekarang mempunyai karakter yang seratus enam puluh derajat amat jauh berbeda dengan anak didik masa silam. Jika anak didik zaman dulu cenderung aktif, kreatif, ulet dan mau berusaha. Sedangkan anak didik sekarang sudah kadung dimanjakan oleh segala macam pergaulan bebas yang mampu mencuci otak para anak didik menjadi seorang pemalas dan lamban dalam berfikir dan bertindak.

Apalagi ditambah dengan adanya teknologi yang tidak dibarengi kemajuan akhlak, maka teknologi itu menjadi boomerang bagi anak didik. Bagi sebagian orang, fenomena ini menjadi sebuah kekalutan tersendiri. Kekalutan dan ketegangan jiwa dan rasa aman bagi anak didik menjadi hal yang mahal. Lihat saja, setiap hari televise menyuguhkan tontonan gratis seks, kekerasan dan horror. Semuanya jelas meracuni pemikiran generasi sekarang. Akibatnya, kejahatan modern terkadang kelewat sadis di mata masyarakat. Di era modern ini pergaulan yang tidak bertanggung jawab dan mengingkari norma sudah menjadi hal yang biasa. Berbagai tindak kejahatan melalui pergaulan bebas sangat menghawatirkan. Tawuran pelajar, coret-coret dijalanan semua itu mengabaikan sisi kebaikan, kelembutan dan kemanusiaan.
Pergaulan bebas ini tidak hanya melanda kota-kota besar yang nyaris terdapat pembunuhan, pemerkosaan, penjambretan, tawuran pelajar dan hal-hal yang mengabaikan norma-norma agama dan kemanusiaan. Hal tersebut di atas juga terdapat di desa-desa, di mana akibat pergaulan bebas tanpa memilih teman bergaul sangat berakibat fatal, walaupun tidak separah yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Makasar dan kota-kota besar lainnya.

 

  1. III.           Metode Penelitian
    1. a.     Objek  atau Unit Analisis Penelitian

 Para remaja-remaja/ siswa siswi SMP dan SMA se-Purbalingga

 

  1. Data dan Variabel
    Dalam pengambilan data pada permasalahan ini termasuk data primer karena pengambilan data secara langsung pada orang bersangkutan.

 

  1. c.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data  dengan cara melaksanakan dialog interaktif adalah sebagai berikut.

  1. Mengundang para narasumber, yaitu para tokoh agama, psikolog dan para remaja Purbalingga sebagai objek untuk memberikan pandangannya masing-masing selama 15 menit.
  2. Selanjutnya dilakukan dialog interaktif antara peserta dan narasumber yang dibagi atas beberapa termin.

 

  1. d.    Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data dilakukan  dengan cara mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dibuat. 

  1. IV.           Daftar Pustaka

http://indra-indradwi.blogspot.com/2013/04/contoh-proposal-penelitian-ilmiah.htm

 

  1. V.              Jadwal Pelaksanaan Penelitian

No.

Kegiatan

Pelaksanaan

Hari

Tgl/Bln/Thn

Waktu

Tempat

1

Mencari narasumber

Rabu

28/12/2012

08.00 s/d selesai

Purbalingga

2

Penyebaran undangan

Kamis-Jumat

29-30/12/2012

08.00 s/d selesai

 

3

Pelaksanaan dialog interaktif

Sabtu

31/12/2012

08.00 s/d selesai

Aula SMKN 1 Purbalingga

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s