CPM dan PERT

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

1.1       Latar Belakang

PT. Furnituring adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur seperti memproduksi berbagai macam lemari. Perusahaan tersebut dalam menjalankan suatu proyek memerlukan beberapa tahap yang harus dilakukan. Tahap-tahap tersebut meliputi tahap perencanaan, tahap penjadwalan, dan tahap pengkoordinasian. Dari ketiga tahapan ini, tahap perencanaan dan penjadwalan adalah tahap yang paling menentukan berhasil atau tidaknya suatu proyek.

Proyek yang dijalankan membutuhkan waktu serta sumber daya untuk penyelesaiannya. Salah satu sumber daya yang penggunaannya sangat diperhatikan dalam pelaksanaan suatu proyek yaitu sumber daya biaya. Pengaturan biaya dalam penjadwalan proyek akan memudahkan bagi perusahaan mengenai besarnya biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya. Pembuatan jadwal dengan batasan waktu dan biaya dengan tujuan untuk meminimumkan rata-rata penyimpangan biaya perhari. Digunakanlah tahap penjadwalan proyek.

Penjadwalan proyek adalah pembuatan rencana pelaksanaan setiap kegiatan di dalam proyek dengan mengoptimalkan efisiensi pemakaian waktu dan sumber daya yang tersedia, tetapi kesesuaian presedensi diantara kegiatan tetap dipenuhi. Pengaplikasiannya adalah pembuatan lemari tangga. Karena lemari tangga banyak diminati oleh konsumen. Seperti rumah konsumen yang ditingkat, lemari tangga sebagai tatanan dalam rumah agar terlihat rapi dan indah. Harapannya adalah PT. Furnituring mampu bersaing dengan perusahaan lain dan menghasilkan produk yang berkualitas dan dengan harga yang relatif terjangkau.

1.2       Perumusan Masalah

Perumusan masalah dibuat untuk merumuskan permasalahan pada study kasus yang dibuat. Berikut ini rumusan masalaha pada lemari tangga.

Bagaimana menentukan waktu dan biaya penyelesaian proyek waktu normal dan dipercepat pada CPM serta waktu penyelesaian produk pada PERT. Bagaimana menentukan probabilitas waktu normal, waktu diperlambat, dan waktu dipercepat pada PERT.

1.3       Pembatasan Masalah

Pebatasan masalah dibuat untuk tidak terjadi penyimpangan dalam permasalahan yang dibuat. Berikut ini adalah batasan masalah pada lemari tangga.

  1. Aktivitas PT. Furnituring dalam melakukan proyek lemari tangga hanya 12 aktivitas.
  2. Produk yang dibuat hanya lemari tangga.
  3. Komponen yang digunakan minimal hanya 3 komponen yang berbeda.
  4. Minimal terdapat 12 perakitan dan maksimal 15 perakitan.
  5. Minimal terdapat hanya 1 subassembly.
  6. Pengolahan data menggunakan metode CPM dan PERT.
  7. Pengolahan software menggunakan WINQSB.

1.4       Tujuan Penulisan

            Tujuan penulisan dibuat untuk menjawab kesimpulan dari permasalahan yang dibuat. Berikut ini adalah tujuan penulisan pada lemari tangga.

  1. Mengetahui aktivitas dalam penjadwalan proyek produksi Lemari Tangga
  2. Mengetahui gantt chart untuk metode CPM dan PERT.
  3. Mengetahui jalur kritis untuk metode CPM dan PERT.
  4. Mengetahui nilai probabilitas keberhasilan proyek dalam PERT.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s